KOMUNIKASI PRODUKTIF DAY #1
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah hari ini memasuki hari pertama di kelas bunda sayang batch#6. Selama 15 hari kedepan insyaAllah akan memulai materi yang telah dipaparkan oleh para fasilitator mengenai komunikasi produktif.
Dewasa ini, Komunikasi produktif sesungguhnya masih menjadi hal yang paling mengganjal dalam kehidupaan sehari-hari. Karena saya memiliki 3 orang anak yang seluruhnya ada putra dengan karakter dan range usia yang berbeda-beda.
Dari ketiga putra, saya mendapati putra sulung saya yang berusia 8 tahun adalah putra yang paling sulit diajak berkomunikasi secara simple. Jikalau adik-adiknya cukup diberikan beberapa kalimat perintah atau ketegasan mereka sudah mengerti dan cenderung tidak membantah, lain halnya dengan si sulung yang pandai melobby san terkesan tarik ulur dengan perjanjian yang telah disepakati.
Tak hanya itu, walau hampir menikah selama 10 tahun rupanya tidak berarti konunikasi diantara saya dan suami sudah sangat efektif dan efisien. Masih banyak hal yang perlu saya perbaiki dalam berkomunikasi dengan suami agar menemukan solusi ideal dalam banyak tantangan rumah tangga kami.
Oleh karenanya, saya membuat jadwal untuk melakukan challenge komunikasi produktif bersama putra sulung saya Alfa selama 5 hari, challenge bersama kepada Arshen dan Aldhen sebanyak 5 hari serta bersama suami saya selama 5 hari ke depan.
Tentunya hal-hal teknis yang akan saya lakukan secara fleksible mengingat anak-anak adalah individu yang dinamis dan suami adalah pribadi dewasa yang telah lama memiliki prinsip pribadi.
Hari ini hari pertama bagi saya untuk melakukan komunikasi produktid dengan putra sulung saya, Alfa. Kepada Alfa, saya ingin menerapkan beberapa aspek komunikasi produktif agar Alfa tidak bicara terlalu lantang kepasa adik-adik, mami dan papinya. Tidak memaksakan kehendak serta mau menepati janji yang telah dibuat. Aspek-aspek komunikasi yang akan diterapkan adalah:
1. Bahasa tubuh
2. Intonasi
3. Bahasa cinta
4. KISS
Semua aspek-aspek tersebut saya ulang sebanyak 5 kali.
TANTANGAN:
Selama melakukan observasi dalam berkomunikasi efektif dengan Alfa pada hari ini, saya merasakan tidak sepenuhnya efektif karena intonasi saya mudah naik karena beberapa kali terpancing emosi. Namun saya mencoba untuk memberi jeda pada diri sendiri terlebih dahulu, tak lama kemudian kembali menghampiri Alfa dan meningkatkan pendekatan bahasa cinta dengan bicara lebih pelan, memeluk tubuhnya, mengelus kepalanya lalu bicaara lebih jelas kalau saya ingin ia lebih semangat belajar dan menepati perjanjian yang telah dibuat ternyata Alfa lebih mudah mengerti dan mengikuti arahan tanpa banyak perlawan atau membuat saya terpancing emosi.
POINT:
Alfa sepertinya lebih nyaman jika diajak berkomunikasi dengan memperbanyak bahasa cinta, karena saya bisa menjelaskan lebih detil kepada Alfa agar menjalankan kewajibannya seperti belajar, dan sholat serta perjanjian yang telah dibuat. Karena anak yang hebat adalah anak yang sholeh, anak sholeh selalu semangat daalam belajar dan selalu menepati janji. Tak hanya itu, dengan bahasa cinta Alfa lebih mudah menyerap informasi bahwasanya ia adalah kakak sulung yang setiap gerak geriknya menjadi contoh bagi adik-adiknya juga.
RENCANA UNTUK ESOK
Tetap melakukan aspek-aspek komunikasi produktif pada Alfa namun bahasa cinta dilebihkan porsinya. Saya pun berusaha untuk tidak tersulut emosi dan meyakinkan diri sendiri mampu melakukan hal ini dengan baik
INDIKATOR KEBERHASILAN:
Tiada perjalan tanpa langkah awal. Saya bangga mau mencoba melakukan hal yang saya rasa sulit agar mampu menemukan solusi ideal komunikasi produktif antara saya dan Alfa. Walau masih banyak kekurangan di sana-sana sini tapi saya sudah cukup bersyukur karena secara teknis masih bisa dijalankan. Oleh karena itu saya memberi nilai diri saya sendiri sebanyak 🌟🌟🌟(3 bintang) untuk hari ini. Semoga esok hari makin baik dari pada hari ini.
Wassalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh



